Jumat, 03 Februari 2017

UNSUR-UNSUR SENI RUPA




UNSUR-UNSUR SENI RUPA
Unsur seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk membuat karya seni rupa, sehingga orang lain bisa membaca rancangan yang dibuat oleh siperupanya.
a.      Titik
    Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar (esensial), dari sebuah titik dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. sebuah gambar dalam bidang gambar akan berawal dari sebuah titik dan berhenti pada sebuah titik juga.
b. Garis
Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, tekstur dan lainnya. Garis tersusun dari titik-titik yang tersambung. Unsur garis sangat penting dalam seni rupa, karena gabungannya dapat membentuk unsure-unsur yang lain. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai beberapa sifat seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertical, horizontal, melengkung, berombak, tebal, miring, patah-patah, dan lainnya. Kesan lain dari garis adalah dapat memberikan kesan gerak, ide, symbol, dan kode-kode tertentu.
garis
                       Contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya:
    Garis horizontal → tenang (calm), damai, pasif, menggambarkan keluasan, lapang, lega, memperpendek objek.
    Garis vertical → tidak bergerak, stabil, megah, kuat, statis, tegas, suatu yang tidak terbatas, mempertinggi objek.
    Garis patah-patah → semangat dan gairah (excited), bahaya, mengerikan, gugup.
    Garis lengkung → ringan, kuat, luas, gerakan indah (grace), dinamis, luwes, gemulai, fleksibel, lemah lembut, tidak kaku.
    Garis diagonal → gerakan (movement), dinamik, tak seimbang, gesit, lincah, gerak lari.
 Berdasarkan wujud dan karakternya garis dapat dibedakan sebagai berikut:
1)        Garis kaligrafis, disebut juga dengan garis nyata, karena hadir dari goresan atau coretan langsung.
2)        Garis structural, disebut juga garis maya/ semu karena terbentuk dari adanya kesan batas warna, bidang, ruang dan nada.
c.        Bidang
Bidang merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran.  Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya. Bidang adalah satu atau dua garis yang bertemu antara ujung dan pangkalnya atau terbentuk dari hubungan beberapa garis.
bidang
d.         Bentuk
Bentuk dalam pengertian bahasa dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos seperti terlihat oleh mata, seperti bulat, persegi, ornamen tak teratur. Plastis (form) ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsure nilai (value) dari benda tersebut.
bentuk
Bentuk atau bangun terdiri dari:
1)    Bentuk dua dimensi, dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur, contohnya adalah segitiga, segi empat, trapezium dan sebagainya.
2)    Bentuk tiga dimensi, dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya, contohnya limas, prisma, kerucut, dan selinder.
Bentuk terbagi dalam:
a)    Bentuk figurative
Bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). Bentuk –bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia dan lainnya.
b)   Bentuk yang diabstraksikan
Bentuk figurative yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk atau stilasi/ deformasi. Penggunaan bentuk-bentuk biasanya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, ukiran, dan lain-lain.
bentuk deformasi
c)    Bentuk abstrak
Bentuk yang lahir dari penyimpangan bentuk alam dan sering disebut bentuk non figurative.
Bentuk abstrak terbagi pada tiga macam yaitu:
1)        Abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk geometris atau bentuk alam benda. Misal segi tiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku dan lain.
2)        Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang dan sebagainya.
3)        Abstrak filisofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan.
e.        Ruang
Ruang dalam arti luas adalah seluruh keluasan, termasuk juga hawa udara. Dalam pengertian sempit ruang dibedakan menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negative. Ruang positif yaitu: ruang yang ditempati oleh wujud atau bentuk. Ruang negative adalah ruang yang mengelilingi wujud atau bentuk.  Unsur ruang dapat berwujud dua dimensi dan tiga dimensi, sehingga dapat memiliki kesan panjang, kedalaman, lebar dan arah. Adanya kedalaman inilah yang membedakan dengan unsur garis dan bentuk. Ruang dapat berbentuk persegi, bulat, menyudut atau bentuk lainnya. Dalam prakteknya terdapat perbedaan dalam pengolahan ruang berdasarkan dimensinya.
nirmana ruang
f.        Warna
Dalam hal ini Sidik dan Prayitno (1981:10) menjelaskan tentang batasan mengenai warna sebagai berikut:
1) Warna menurut ilmu fisika adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya pada mata.
2) Warna menurut ilmu bahan adalah berupa pigmen. Pigmen utama adalah merah, kuning, biru, dan bila dua warna dicampur menghasilkan warna sekunder.
Warna merupakan kesan pemantulan cahaya pada permukaan benda yang ditangkap oleh mata. Tiap-tiap warna dihasilkan dari reaksi cahaya putih yang mengenai suatu permukaan dan permukaan tersebut memantulkan sebagian dari spectrum. Teori spectrum warna oleh fisikawan Inggris, Sir Isaac Newton yang membiaskan cahaya matahari melalui kaca prisma membantu mengenali rentang warna secara lengkap.
Warna dapat digunakan untuk sampai pada kesesuaian dengan kenyataan objek yang akan dilukis seperti pelukis realis dan naturalis, dan ada beberapa pelukis menerapkan warna sebagai warna itu sendiri tidak demi bentuk untuk pengekspresiannya. Peranan utama dalam warna adalah sejauh mana warna tersebut dapat mempengaruhi mata sehingga getaran-getarannya dapat membangkitkan emosi penikmatnya. Peranan warna dalam seni rupa memang sangatlah esensial. Dalam hal ini warna dapat menyatakan berbagai maksud dan tujuan yang diinginkan oleh perupa (seniman), sehingga apa yang diinginkan atau dipikirkan dapat terwakili oleh warna tersebut.
Berdasarkan sifatnya kita dapat menyebut warna tua, warna muda, warna redup, warna cemerlang, warna gelap, warna terang. Berdasarkan macam/ jenisnya dapat disebut warna hijau, kuning, biru, merah, ungu dan lain-lain. Watak/ temperatur warna dapat dicontohkan pada warna panas, warna dingin, warna sedih, warna gembira, warna encolok, warna ringan, warna lembut dan lain-lain.
Penggunaan warna dapat dilakukan dengan cara:
1)      Harmony → pemakaian dilakukan secara objektif, misal warna hijau untuk daun dan biru untuk langit
2)      Heraldis/ simbolis → berkaitan dengan lambang/ tanda tertentu, misal warna merah untuk berani dan putih untuk suci.
3)      Murni → jika tidak dikaitkan dengan objek/ lambang – lambang tertentu.
Dalam system Prang yang ditemukan oleh Louis Prang Brewster tahun 1876, menyebutkan teori pigmen warna sebagai berikut:
a)    Jenis warna
Jenis warna dikelompokkan menjadi empat yaitu:
v Warna primer yaitu warna dasar, dikatakan warna primer karena warna tersebut tidak bisa didapat dengan cara mencampurnya. Warnanya adalah seperti kuning (yellow), biru (cyan blue), dan merah (magenta red).
v Warna sekunder yaitu warna hasil campuran yang seimbang antara dua warna primer, warnanya adalah orange (merah+kuning), ungu (biru+merah), hijau ( kuning+ biru).
v Warna tersier, yaitu warna campuran lebih dari dua warna (campuran warna primer dengan sekunder atau sekunder dengan sekunder). Misalnya, warna merah kejinggaan, hijau kekuningan, merah keunguan, jingga kekuningan, biru kehijauan, dan ungu kebiruan.
v Warna netral ialah warna sumber putih dan warna tidak bersinar atau gelap (hitam).

lingkaran warna

b)   Sifat warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
1.    Hue adalah macam warna dalam satu jenis warna. Misalnya, jenis warna merah memiliki bermacam-macam, seperti merah darah, merah jambu, merah rose, merah hati, merah jernih, dan merah jingga.
2.    Value adalah istilah untuk menyebutkan terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih ke hitam. Mengubah value menjadi terang dengan cara menambahkan warna dengan putih secara bertingkat disebut Tint dan merubah value menjadi gelap dengan menambah warna hitam disebut Shade.
3.    Intensitas warna (intensity) atau kualitas warna adalah tingkat kecerahan dan kemuraman warna. Warna cerah adalah cerah bersinar (spot light) dan warna muram ialah warna kusam atau tidak bersinar
c)    Perpaduan warna
Berdasarkan paduanya warna tersebut dapat dibagi dalam:
*    Warna Monokromatik (monocrome) adalah warna yang memiliki kesamaan hue atau warna sejenis (sekeluarga). Warna yang memiliki kesamaan hue, misalnya keluarga warna merah, terdiri atas warna merah hitam, merah cokelat, merah gelap, merah jernih (primer), merah muda, merah jambu, merah jambu muda, dan merah jambu keputihan.
*    Warna Complementer adalah dua warna yang berlawanan dalam kedudukannya di lingkaran warna dan memiliki kekuatan yang berimbang. Misal kuning kontras dengan ungu, biru kontras dengan jingga, merah kontras dengan hijau.
*    Warna bertetangga atau berdekatan (analog) adalah warna yang tidak kontras, tidak komplementer, dan apabila dicampur menjadi warna yang bagus atau monokrom, Sukimin, (2005 : 34-36). Warna Analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misal urutan dari biru → biru kehijauan → hijau → hijau kekuningan → kuning.
*    Monoton (monotone) adalah warna yang memiliki nuansa sama (senada), misalnya warna-warna gelap, meliputi cokelat, hijau tua, biru naptul atau tua, dan kelabu gelap. Warna terang meliputi krem, abuabu, kuning gading (muda), merah jambu (pink), biru laut, dan hijau pupus.
g.          Tekstur
Tekstur adalah nilai raba sebuah permukaan, bisa halus, kasar, licin dan sebagainya.  Berdasarkan hubungannya dengan indra penglihatan tekstur dapat dibedakan menjadi:
tekstur nyata
a.         Tekstur nyata, yaitu tekstur yang jika diraba atau dilihat secara fisik benda terasa adanya perbedaan permukaan benda. Tekstur ini dikelompokkan menjadi:
*        Tekstur alam, tekstur yang berasal langsung dari alam, misal kulit kayu, daun, permukaan batu dan sebagainya.
*        Tekstur buatan, tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti, tikar, ampelas, pasir. 
*        Tekstur reproduksi, tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya.
b.        Tekstur semu, yaitu tekstur yang tidak memiliki kesan yang sama antara yang dilihat dan yang diraba, tekstur semu terjadi karena kesan persfektif dan gelap terang. Dapat melalui pengolahan warna, ruang, nada dan garis.

                 Setelah membaca artikel ini, cobalah kamu diskusikan dengan temanmu mengapa wana hitam                        dan putih tidak termasuk kedalam warna primer?





Jumat, 27 Januari 2017

PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN SENI RUPA




              1.       PENGERTIAN SENI RUPA

Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. Seni terdiri dari musik, tari, rupa, dan drama/sastra. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa).
Seni rupa adalah hasil pemikiran seseorang yang diwujudkan ke benda dua dimensi dan tiga dimensi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan.

                   2.              PEMBAGIAN SENI RUPA

     A. SENI MURNI (FINE ART)
Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis, patung, grafis, keramik). Namun dalam hal tertentu, karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.
Seni murni termasuk pada karya yang dibuat oleh seniman melalui keinginan pribadinya untuk berkarya, untuk mengungkapkan imajinasinya, kreativitasnya dan ekspresinya tanpa ada paksaan atau permintaan dari orang lain.
a.    SENI LUKIS
Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
Gambar Seni Lukis

          b)        SENI PATUNG
Seni patung merupakan seni murni yang karyanya berwujud tiga dimensi, biasanya dilakukan dengan teknik memahat, dan cetakan (modeling). Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, kayu, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain. Karya patung yang besar biasanya disebut monumental.

Gambar patung

c)         SENI GRAFIS
Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak atau menggunakan system cetak. Teknik-teknik dalam pengerjaan sen grafis ada empat macam yaitu:
1)  Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print ;
2)  Cetak Dalam ( Intaglio Print ) : dry point, etsa, mizotint,sugartint ;
3)  Cetak Datar ( Planografi)
4) Cetak Saring (Serigrafi) Cetak saring atau sablon atau screen printing merupakan bagian dari ilmu grafika yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen.
Gambar seni grafis cetak tinggi
       
d)        KERAMIK SENI
Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsionalnya.
gambar keramik seni
      
e)        KRIYA SENI
Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari kayu, tekstil, keramik, serat alam dan sebagainya di buat berdasarkan ekspresi senimannya.
Gambar kriya seni
       
B. SENI TERAPAN (APPLIED ART)
      I.              DESAIN.
Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia, umumnya merupakan karya desain, baik dengan pendekatan estetis, maupun pendekatan fungsional. Istilah desain mengalami perluasan makna, yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk  memecahkan masalah kebutuhan fisik. Berbeda dengan karya seni murni, desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi), estetika (gaya visual), prinsip sains (fisika), pasar (kebutuhan masyarakat), produksi (industri), bahan (sumber daya alam), budaya (Sikap, mentalitas, aturan, gaya hidup), dan lingkungan (social). Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan.
Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini:
1)        Desain produk
Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya, seperti : mebel, alat rumah tangga, alat transportasi, alat tulis, alat makan, alat kedokteran, perhiasan, pakaian, sepatu, pengatur waktu, alat kebersihan, cindera mata, kerajinan, mainan anak, bahkan perkakas pertukangan.
   
Gambar desain produk
2)        Desain eksterior
Desain eksterior adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan keindahan diluar ruangan,atau sering di sebut pertamanan, seperti taman rumah, taman hotel, gazebo, taman atap, taman kota dan sebagainya.
Gambar Desain taman
3)        Desain interior
Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian, seperti ruang hotel, rumah tinggal, bank, museum, restoran, kantor,pusat hiburan, rumah sakit, sekolah, bahkan ruang dapur dan kafe.
   
Gambar desain interior

4)        Desain komunikasi visual/ desain grafis
Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak, seperti poster, brosur, undangan, majalah, surat kabar, logo perusahan, kemasan, buku, dan bahkan juga cerita bergambar (komik), ilustrasi, dan karikatur, Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi.
Gambar Desain Komunikasi Visual
 

5)        Desain arsitektur
Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Yakni, pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Secara umum, desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. Seperti rumah tinggal, perkantoran, sarana relaksasi, stadion olah raga, rumah sakit, tempat ibadah, bangunan umum, hingga bangunan industri.

Gambar Desain Arsitektur

    II.              KRIYA
Seni Kriya adalah semua hasil karya manusia yang memerlukan keahlian khusus yang berkaitan dengan tangan sehingga seni kriya sering juga disebut kerajinan tangan. Seni kriya dihasilkan melalui keahlian manusia dalam mengolah bahan mentah. Seni kriya dapat dikelompokan berdasar tujuan penciptaan atau penggunaannya menjadi kriya mempunyai fungsi : praktis, estetis, dan simbolis (religius). Kata ‘kriya’ pada zaman dahulu kemungkinan diadopsi dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Jawa yang berarti kerja.
Kata ‘kriya’ dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti: energi atau kekuatan, arti lain suatu ketrampilan mengerjakan atau membuat sesuatu. Istilah itu diartikan sebagai keterampilan yang dikaitkan dengan profesi seperti yang terlihat dalam craftsworker (pengrajin). Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang; sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan ketrampilan.


1.         Kriya tekstil, batik, dan tenun
Istilah tekstil dewasa ini sangat luas dan mencakup berbagai jenis kain yang dibuat dengan cara ditenun, diikat, dipres dan berbagai cara lain yang dikenal dalam pembuatan kain. Kain umumnya dibuat dari serat yang dipilin atau dipintal guna menghasilkan benang panjang untuk ditenun atau dirajut sehingga menghasilkan kain sebagai barang jadi. Ketebalan atau jumlah serat, kadar pilihan, tekstur kain, variasi dalam tenunan dan rajutan, merupakan faktor yang mempangaruhi terciptanya aneka kain yang tak terhitung macamnya.
Secara keteknikan, membatik adalah suatu cara penerapan corak di atas permukaan kain dengan canting/cap melalui proses tutup celup dan atau colet dengan lilin batik sebagai perintang pewarnaan.
Pertenunan adalah persilangan antara dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lainnya, yang disebut benang lusi dan benang pakan, yang akhirnya menghasilkan lembaran kain.
Gambar Kriya Batik/ Tekstil

              Untuk memahami proses pembuatan kriya batik. perhatikan video batik berikut ini:
             
2.         Kriya kulit
Dalam sejarahnya penggunaan kulit binatang sebagai bahan kerajinan, sudah digunakan sejak dahulu oleh nenek moyang kita, namun belum ditemukannya sumber yang pasti mengenai sejak kapan kulit dijadikan barang kerajinan, Pada zaman sekarang kegunaan kulit boleh dikatakan sudah tidak asing lagi untuk kebutuhan sehari-hari seperti dibuat sepatu, tas, jaket dan barang untuk hiasan souvenir ikat pinggang, dompet, tas, sepatu sandal dan lain sebagainya.
Gambar Kriya Kulit
3.         Kriya logam
Logam adalah bahan-bahan yang terdiri atas perak, emas, tembaga, perunggu dan sebagainya. Logam ini pun sudah sejak lama dijadikan produk kerajinan di tengah masyarakat. Ada beberapa nama bahan logam yang kekerasannya juga bertingkat, yaitu: aluminium, besi, baja, tembaga, perunggu, kuningan, nikel, emas, perak dan platina. Bahan-bahan ini dalam pembentukannya dapat langsung ditekuk, dikenteng, disambung dengan las maupun harus dicairkan untuk keperluan teknik cor.
Bahan logam tahan sangat lama, misalnya perunggu, tembaga, kuningan, perak dan emas yaitu jenis logam yang anti karat, sehingga karya-karya dengan bahan ini dapat tahan berabad-abad dan tidak rusak. Di Indonesia hal ini telah dibuktikan oleh peninggalan seni rupa jaman pra Hindu, jaman Hindu, Budha dan Islam berupa patung, relief, alat upacara dan perhiasan. Dalam perkembangannya sekarang banyak jenis logam diaplikasikan dengan produk jenis kayu seperti furniture, craft/kerajinan, asesoris dan lain sebagainya.
Gambar Kriya Logam
4.         Kriya kayu
Dalam sejarahnya penggunaan kayu sebagai bahan kerajinan sudah sangat digunakan oleh masyarakat, produk kayu merupakan hal yang lumrah untuk kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: meja, kursi, lemari, Rak TV, bofet, Meja rias, Bed/ tempat tidur, Kap lampu dan sebagainya.
Gambar Kriya Kayu

5.         Kriya keramik
Keramik merupakan produk kerajinan tertua yang tercatat dalam peradaban dan kebudayaan manusia. Keramik, dengan perjalanan waktu terus berkembang menjadi material yang sangat penting hingga masa sekarang ini. Mendengar kata keramik biasanya masyarakat akan mengartikannya secara terbatas pada barang-barang gerabah seperti periuk, belanga, kendi, dan sebagainya, padahal barang-barang tersebut merupakan produk dari keramik tradisional yang ruang lingkupnya masih sangat terbatas. Namun barangkali ada yang sedikit mengalami kebingungan manakala mendengar istilah gerabah, pottery, terracota, tile, greenware, stoneware, porselin, dan sebagainya.
Dalam keramik tradisional, tanah liat berfungsi sebagai bahan pembentuk plastis. Semua benda keramik yang dibuat dari mineral silikat dapat dikategorikan sebagai keramik tradisional misalnya: tungku gerabah, tempayan, dan pottery, tableware, whiteware, barang-barang porselin, patung, benda saniter, semen, dan ubin lain-lain. Dengan kata lain keramik tradisional adalah keramik berbasis silikat. Sedangkan keramik maju/modern tidak dibuat dari bahan tanah liat atau material yang berbasis pada silikat, tetapi dibuat dari paduan senyawaan oksida tertentu dan biasanya dihasilkan material sintetis yang tidak ada di alam.
Proses pembuatannya harus dijaga pada kondisi tertentu dan dikontrol sangat ketat. Keramik modern tersebar luas pada berbagai aplikasi misalnya biokeramik, superkonduktor, katalis, refraktori, optik, dan lain-lain. Keramik modern dapat dipandang sebagai kelompok besar advance material, yang dapat dibagi menjadi keramik, logam, polimer, komposit, dan material elektronik.
Gambar Kriya Keramik   
6.         Kriya anyaman rotan, bambu, serat alam
Anyaman sudah sejak lama berkembang di Indonesia. Sudah jadi tradisi dan turun temurun, hanya saja pengerjaannya masih banyak yang dikerjakan secara manual. Baik itu dari rotan, bambu dan serat alam seperti: kursi, keranjang, tas, topi, dan sebagainya.
Gambar Kriya Anyam


                      Setelah membaca artikel ini, silahkan coba kamu diskusikan dengan teman-temanmu, apakah                         perbedaan dari seni keramik dan kriya keramik?